Pages

Selasa, 14 Februari 2017

Konmari Method ; The Life-Changing Magic of Tidying Up




Konmari Method dengan bukunya "The Life-Changing Magic of Tidying Up" ini jadi salah satu pedoman hidup aku sekarang, selain Al Quran tentunya. Hehehe. Dari dulu sebenernya udah tertarik sama metode Konmari dan beberapa kali lihat di Youtube, tapi baru bener-bener diresapi sekarang, saat udah jadi ibu rumah tangga.

Berawal dari permasalahan beberes rumah yang terus berulang aja setiap harinya. Aku coba baca buku Marie Kondo ini dan meresapi filosofi beberesnya. Aku pengen rumah aku lebih rapi dan mudah untuk dirapiin.

Beberapa poin yang penting dari metode ini, menurut aku, adalah :

"Membuang barang-barang yang tidak memberikan kebahagiaan"

"Menyimpang barang dengan metode berdiri seperti baju yang dilipat berdiri, buku yang dijajarkan berdiri"

"Membuang barang dan menyimpang barang yang memberikan kegembiraan dan membuat kita lebih mengenal apa yang kita suka, apa yang kita butuhkan, dan apa yang benar-benar kita gunakan"

"Mengingatkan kita akan arti kesederhanaan"


Aku coba praktekin metode ini dengan pakaianku sendiri, dan ternyata benar, banyak barang dilemari yang jarang aku pakai, aku ga suka pakai, aku simpan aja karena banyak kenangan, dan berbagai alasan lain yang membuat pakaian aku numpuk ga karuan di lemari. 





Mayoritas yang disingkirkan itu adalah pakaian kerja, daster-daster, baju yang udah lama banget ga dipakai, pakaian yang dibeli hanya karena emosi sesaat dan ujung-ujungnya juga ga dipakai, dan setelah dipilah lagi, sekarang aku cuma pakai satu lemari aja. Lemari yang kecil lagi.



Walaupun lipatan baju berdirinya masih ga rapi, tapi lumayan, bisa irit tempat dan ruangan.

Dari metode ini juga, aku jadi lebih paham, arti kesederhanaan, ga impulsif lagi kalau beli barang, dan yaa dengan baju sedikit gini, bebenah jadi lebih mudah.

Wait, ini belum semua sebenarnya, masih ada baju anak dan suami yang masih harus di declutter, tapi masih repot jadi dipending dulu.

Dan setelah pakaian, aku terapkan Konmari Method padaaaaa dompet.. hehehe, decluttering my wallet, will be on my next post.

See yaaa....


Jumat, 06 Januari 2017

New Year Resolution : Sehat, Bahagia dan Bersyukur

source : www.google.com

Sebenarnya ga harus tunggu tahun baru ya untuk berubah, tapi biasanya tahun baru selalu jadi moment untuk membuka lembaran baru dan instropeksi dari tahun sebelumnya.

Saya sendiri di tahun baru ini ga terlalu punya banyak keinginan yang macem-macem, hanya saja saya sedang terobsesi untuk hidup lebih sehat dan lebih kurus, hehehe. Semua ini karena tantangan hidup sehat pasca resign kemarin (baca disini) dan gara-gara lihat Andien yang waktu hamil tetep seger banget dan badannya baguus (alasannya agak sepele si hehehe).

Tapi dipikir-pikir lagi, jaman sekarang penyakit macam-macam dan aneh-aneh, ada yang tadinya sehat-sehat aja tiba-tiba bisa jatuh sakit, kalau sakit ringan mungkin ga masalah, tapi kalau sakit berat kan pasti sedih yaa. 

Dari situ saya mulai berusaha untuk mencoba hidup lebih sehat dan bahagia.

Hidup sehat bisa dijaga dari makanan, olah raga, dan yang terpenting pikiran. Pikiran ini yang katanya jadi sumber utama penyakit, jadi kalau ada beban di pikiran, stress kemungkinan sakit atau kalau sudah sakit bisa membuat bertambah parah.

Kebetulan salah satu saudara saya kemarin sempat didiagnosa tumor payudara, dia akhirnya memutuskan untuk berobat alternatif di Bandung, metode pengobatan self healing dengan meditasi dan pernapasan. Dari hasil pengobatan tersebut, saudara saya cuma bilang :

"Untuk sembuh dan sehat, kita harus BAHAGIA & BERSYUKUR"

Alhamdulillah, tanpa operasi tumornya sudah mengecil sekarang, dan pesan dari Saudara saya itu terus-terusan saya ingat dan coba terus praktekan sehari-hari. Tidak mudah memang, kadang ada pasang surutnya, tapi setidaknya kita terus berusaha untuk hidup sehat, bahagia dan bersyukur, minimal demi diri kita sendiri, suami, anak, dan keluarga.


*****

Selasa, 27 Desember 2016

Lima Tantangan pada Masa Transisi (From Working Mom to Stay At Home Mom)

Tiga bulan setelah resign, merupakan masa transisi yang membuat aku sadar ternyata banyak banget hal-hal yang harus aku lakukan, aku renungkan, aku pelajari, aku syukuri dan semua itu aku rangkum menjadi sebuah "Tantangan Baru".

Ya, kenapa tantangan? Karena ini bukan hal yang mudah, tapi kalau bisa dilakukan, Insha Allah hikmah dan hasil yang didapat pasti besar.

#1 Tantangan Finansial
Ga bisa dipungkirin yaa, ketika resign pasti masalah finansial akan jadi topik pembicaraan utama, dan ini tantangan yang cukup besar juga bagi saya, from double income to single income, dan tantangan ini membuat aku harus melakukan hal-hal seperti :

  • Spend your money wisely
    • Dulu bisa dibilang saya kurang peduli dengan kemana uang saya pergi, bahkan bisa habis berjuta-juta tapi ga ada bentuknya (ini seringnya karena makanan, hahaha). Sekarang harus bisa lebih bijaksana lagi buat belanja, pikirkan matang-matang dan disiplin sama bugdet yang udah disiapkan.
  • Set my priority
    • Pengeluaran disesuaikan dengan kebutuhan utama, kalo yang prioritas belum terpenuhi yaa tunda dulu pengeluaran yang lain-lain.
  • Need or Want
    • Mainstream quote, untuk urusan uang, hahaha. Sekarang ga lagi-lagi beli barang karena lucu, ga lagi-lagi beli sesuatu karena gaya-gaya aja. Why we have to buy a cup of Starbuck when a cup of ABC susu taste better? Hehehe (in my opinion)
  • Another idea to spend your money more fun
    • Cari referensi tempat makan di luar mall, jadi ga pake belanja & parkir mahal-mahal.
    • Beli skincare in sample size atau online shop dengan harga miring tapi tetep original.
  • Saving dan Investing more
    • Buka rekening efek, belajar reksadana, saham dan instrument keuangan lainnya.
    • Nabung di (mantan) bank kesayangan hahaha (belum bisa move on, hahaha)

source : www.google.com



#2  Tantangan Pola Hidup Sehat

Yap, dulu waktu masih kerja, hampir seluruh biaya pengobatan dan kesehatan bisa di reimburse ke perusahaan. Sekarang? Saya masih cari-cari asuransi kesehatan yang bagus, atau minimal sekarang ada BPJS Kesehatan.
Karena itu, kalau bisa diusahakan untuk tidak sakit. Susah yaa, musibah dan cobaan siapa yang tahu tapi seengga-engganya berusaha untuk hidup lebih sehat.

  • Olahraga
    • Seminggu 2 (dua) kali berenang, weekend lari pagi di UI dan kalau sempet coba-coba yoga di rumah.
    • Diusahain untuk banyak gerak, termasuk jalan-jalan ke luar kalo bosen di rumah.
  • Pola Makan Sehat
    • Sesimple kurangi makanan instan, junk food, banyak makan buah dan sayur dan minum air putih.
    • Sekarang lagi suka sama Honey Lemon Shot, I'll tell you more about this later.
  • Pola Hidup Sehat
    • Pola hidup sehat sebenarnya jadi satu dengan olahraga dan makan, mungkin ditambah mengelola stress & pikiran, cukup istirahat, dan hidup lebih bahagia.
source : www.google.com


#3  Tantangan Spiritual dan Emosi

Ini juga lumayan butuh proses yang cukup lama dan masih terus belajar sampai sekarang, yaitu Bersyukur, Berserah dan manfaatkan waktu yang lebih untuk ibadah dan mendekatkan diri dengan Allah SWT.

#4  Tantangan Waktu
Tantangan mengatur waktu biar tetap produktif. Awalnya saya masih sering males-malesan, berasa liburan aja, dan lama-lama badan malah jadi kurang enak, sampai sekarang pun masih berusaha atur waktu biar lebih teratur, disiplin dan produktif lagi.

#5  Tantangan Parenting
Nah ini, sekarang udah 24 jam full sama anak, seharusnya bisa lebih memaksimalkan kualitas parenting kita, tapi ternyata ga semudah yang dipikirkan. Harus kreatif, dan punya stok sabaar yang banyaak banget. Hehehe. 

Banyak yaa tantangannyaa, semoga bisa terlewati dengan baik dan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnyaa, Amiin Amin YRA.




Jumat, 23 Desember 2016

From Working Mom to Stay At Home Mom

Lama yaa belum update blog.. 

Beberapa hari yang lalu tiba-tiba saya di WhatsApp oleh salah satu teman kerja dulu, dia bertanya kabar dan bagaimana hari-hari saya. Kebetulan dia sedang galau tentang pekerjaan dan anak, ya, kondisinya sama dengan saya waktu itu, berjauhan dengan suami dan anak dihandle oleh orang lain.

Jawaban saya atas pertanyaan " Bagaimana bu setelah resign?" adalah :

Jujur saja, tiga bulan dari saya resign ternyata tidak semudah yang saya pikirkan.

Bulan pertama, saya sempat stress berat, bahkan merasa seperti baby blues lagi. Perubahan yang terjadi butuh waktu untuk adaptasi. Biasa pergi keluar rumah, bertemu dengan teman-teman kantor, mandiri secara finansial, punya waktu "me time" yang banyak (yaa, di kantor kan me time juga, hehehe), berangkat kerja anak masih tidur, pulang kerja anak sudah rapi.
Dari rutinitas itu, tiba-tiba saya hanya di rumah, bersama anak 2,5 tahun dari pagi sama pagi lagi, yang mendadak posesif banget sama mamanya, mau kemana-mana bayangannya repot, mau keluar rumah takut boros, aakkh rasanya emosi bener-bener ga stabil. 

Bukan, bukan nyesel resign dari perusahaan yang dulu, hanya masih butuh waktu untuk beradaptasi, butuh waktu untuk cari apa yang aku mau sebagai seorang istri dan ibu.

Banyak yang menyarankan usaha, atau cari kerja lagi, tapi koq masih belum klik di hati yaa, masih berkutat dengan mencari passion aku apa sie?

Sampai hari ini pun saya kadang masih suka merenung sendiri, mencari apa yaa yang mau dilakuin biar tetap produktif, sambil menunggu momentnya, saya terus bersyukur atas apa yang sudah Allah SWT beri, mencoba terus bersyukur dan terus bahagia.

Di akhir obrolan saya dengan teman kerja saya itu, saya cuma bilang :
Persiapkan mental sebelum memutuskan resign, karena banyak tantangan sebagai SAHM, tapi saya tetap percaya rejeki pasti sudah diatur oleh Allah SWT, dan kembali yang penting ridho suami dan keluarga, apapun keputusannya selama niatnya baik, insha Allah pasti akan memberikan hasil yang jauh lebih baik, dan niatkan untuk ibadah. 


Saya kangen kerja, bukan pekerjaannyanya, tapi produkivitas diri, dan teman-teman kantor.
Akhirnya, salah satu cara biar saya agak produktif sedikit adalah mulai masukin Auryn ke sekolah, saya ada kegiatan antar jemput, bisa me time sejenak saat anak sekolah dan Alhamdulillah bisa ketemu ibu-ibu sesama SAHM. 

Akkkhhh senangnya bisa punya temen-temen cerita dan nongkrong-nongkrong lagi, walaupun nongkrongnya di warung depan sekolah. Hahaha.

Ada beberapa tantangan dari WM ke SAHM, yang saya akan bahas di postingan berikutnyaa.. 
Wait for the next post :)



Kamis, 03 November 2016

Semut - semut The Natural School (Part 2)

Kalau postingan kemarin tentang bagaimana saya memilih sekolah, sekarang saya coba untuk menginformasikan hasil paparan dan konsep pembelajaran Playgroup di Semut-semut The Natural School, semoga bermanfaat :)

Aktivitas di sekolah dibagi menjadi beberapa bagian :


Welcome Greeting 
Dilakukan oleh beberapa guru yang piket pada hari itu, di gerbang sekolah, dengan mengucapkan salam "Assalamualaikum" dan menyapa  seluruh siswa yang datang pagi itu, dengan tujuan agar siswa lebih bersemangat masuk sekolah, yang secara tidak langsung memberikan aura positif pada sekolah juga. Kadang dilakukan permainan seperti lompat tali di gerbang sekolah. Hal ini juga membantu untuk pada anak-anak yang belum terbiasa berpisah dengan orang tua atau pengantar (biasanya untuk anak PG)

Early Activity
Setelah berpisah di gerbang (halaah, mamanya cuma sampe gerbang, trus dadah), anak-anak dibawa masuk di ruang kelas, main dengan teman-temannya, main dengan mainan yang ada di kelas, sambil menunggu kelas dimulai. 


Circle Time
Circle time adalah saat dimana anak-anak berdoa bersama, membaca surat pendek, bernyanyi, dan menyapa satu sama lain.

Repling
Disini mulai dilakukan permainan bersama-sama, seperti bermain warna, menari, dll.

Observation and eksplorasi
Dilakukan permainan yang mengeksplorasi semua panca indera baik sensorik maupun motorik, misalnya bermain fun cooking, mengambil daun, bermain pasir, dll.

Snack time
Biasanya di jam 10, anak mulai makan bekal snack, secara mandiri, diharapkan anak bisa makan sendiri, merapikan bekal makan, dan menyimpan bekal di tas sendiri.

Art
Permainan seni dilakukan seperti men-cap dengan bahan alam, tanah liat, mewarnai, dll.
Closing Evaluation
Setelah selesai, guru dan anak melakukan evaluasi apa yang sudah dilakukan hari itu, apabila ada anak yang berantem atau ada masalah diharapkan dapat diselesaikan hari itu juga, dan ditutup dengan berdoa dan bersalam-salaman.

Selain kegiatan utama diatas, ada pula kegiatan pendukung antara lain : Outing, life skill, home visit, waterplay, dan kelas musik.

Adapula special activity yang dilakukan di sekolah seperti perayaan Father's Day, Berbagi dengan kaum dhuafa, HUT RI dan Animal Fashion Show.

Oh iya, untuk biaya PG Semut-semut :
1. Sit In selama 5 (lima) hari : Rp. 500.000,00
2. SPP per bulan : Rp. 600.000,00
3. Uang seragam : Rp. 200.000,00
4. Uang pangkal : Rp. 3.500.000,00/4 bulan (iya, kelasnya masuk per 4 bulan)

Besok Jumat jadi hari pertama Auryn masuk PG. Semoga lancar, mandiri, dan ga pakai dramaa. Hehehe.